Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2016

Berhati mulia, Kakek 98 tahun ini terus berjuang untuk kaum miskin


Berbuat baik tidak mengenal usia, selagi masih mampu dan ada orang yang membutuhkan pertolongan disempatkan untuk membantu dan menolongnya dengan penuh ketulusan dan keihlasan.Seperti yang dilakukan Harohalli Srinivasaiah Doreswamy, kakek 98 tahun ini masih punya semangat memperjuangkan nasib kaum miskin. Dulunya, Harohalli merupakan mantan aktivis atau pejuang kemerdekaan di India.

Usia boleh bertambah, tapi idealisme ataupun cara pandangnya masih melekat. Harohalli masih memiliki sikap kritis akan suatu masalah yang menimpa negaranya. Bukan hanya itu, ia juga masih memiliki semangat untuk memperjuangkan hak-hak kaum miskin, sama seperti saat mudanya.

Dilansir dari bbc, Kamis (22/12) disebutkan bahwa pada musim dingin tahun ini, kakek berusia 98 tahun ini meninggalkan rumahnya, di kawasan Bangalore menuju ke negara bagian selatan India, Karnataka. Jarak yang ditempuh kurang lebih 500 kilometer. Maksud tujuan kesana adalah untuk memperjuangkan hak tanah petani. Kedatangan Harohalli pun disambut oleh Ketua Menteri Siddharanaiah dan beberapa politisi yang datang untuk menenangkan dirinya.


Kakek Harohalli ini memang dikenal sebagai sosok yang mendedikasikandirinya untuk orang yang lebih membutuhkan. Dia lebih memilih membantu orang lain untuk meningkatkan taraf hidupnya. Ia dikenal memiliki pendirian yang kuat akan sesuatu yang tidak sesuai. Ia pun akan terus mengupayakan keadilan dan kejujuran ditegakan.

Kakek Harohalli ini memilih jalan hidupnya untuk membantu orang lain karena terinspirasi dari pemikiran Mahatma Gandhi. Ia pun menceritakan bahwa saat usia 15 tahun, ia membaca sebuah buku berjudul My Early Life karangan Mahatma Gandhi. Ia pun tertarik dengan gerakan kemerdekaan.

Pada saat usia muda, kakek Harohalli ini juga pernah ditangkap dan akhirnya harus mendekam selama 14 bulan di penjara. Kakek ditangkap karena memperjuangkan kemerdekaan yang dinilai bertentangan dengan rezim saat itu.

Seusai Inggris meninggalkan India, kakek Harohalli mendapat tawaran posisi di pemerintahan. Kendati demikian kakek menolak dan memilih untuk membantu sesamanya. Sekitar tahun 1950-an, Harohalli pun bekerja di Bhoodan movement di mana mengajak orang kaya untuk ikut membantu orang yang membutuhkan.


Setiap bulan, Harohalli bersama istrinya meluangkan waktu 24 hari untuk berkeliling desa ke desa. Ia pun menceritakan mendapat gaji 100 rupee per bulan ia berikan pada istrinya. Ia menikah dengan seorang gadis berusia 18 tahun, sedangkan ia saat itu berusia 31 tahun. Pernikahan mereka tak mudah, pasalnya Harohalli lebih memilih menikmati segala kegiatan sosialnya. Meski begitu, sang istri menerima dan kagum dengan sosok sang suami.

Seperti lansia pada umumnya, Harohalli pun kerap menderita sakit punggung dan penyakit usia tua. Kendati demikian, ia pun tak sungkan untuk terus menyuarakan apa yang ia nilai luput dari keadilan. Kakek Harohalli ini memang memiliki hati yang mulia, ia lebih membantu orang lain dibandingkan untuk dirinya. Salut dengan perjuangan kakek Harohalli. Sehat terus ya, Kek!
sumber: Brilio.net

Merelakan Kakinya sakit, cowok ini berjuang melamar pacarnya di Puncak Rinjani


Seorang pria bernama Eugene Tan yang berasal dari Singapura menderita Hereditary Spastic Paraparesis (HSP) yakni gangguan menurun, penyakit ini merupakan penyakit yang langka sehingga menyebabkan kelemahan bertahap yang disertai dengan kejang otot pada daerah kaki. Namun siapa sangka, dengan kondisinya yang seperti itu dia baru saja sukses melakukan pendakian ke Gunung Rinjani.

Gunung Rinjani yang menjulang tinggi di pulau Lombok dengan ketinggian 3.726 mdpl adalah gunung tertinggi kedua di Indonesia dan salah satu gunung berapi paling aktif kepulauan ini.

Perjalanan yang memakan waktu tiga hari dua malam ini menjadi prestasi dan kejadian yang tak akan bisa dilupakan olehnya dan pasangannya. Pasalnya di sana Eugene melamar kekasihnya di puncak gunung itu.

Eugene didiagnosis dengan herediter Spastic Paraplegia pada tahun 2014 lalu, kondisi neurologis yang menghambat mobilitasnya, sama seperti kakaknya. Ia dan kakaknya juga harus menjalani rehabilitasi untuk memperkuat otot-otot yang melemah.

Dikutip dari brilio.net, Kamis (22/12/2016), Eugene sudah merencanakan pendakiannya ke Gunung Rinjani pada Oktober lalu.

Dua bulan kemudian, Eugene memenuhi janjinya dan menjadi orang yang didiagnosis HSP pertama di Singapura yang mendaki gunung. Tapi mendaki gunung berapi itu bukanlah misi utamanya.  

"Ini selalu menjadi tujuan saya untuk melamar pacar saya di puncak gunung yang menantang, dan ini benar-benar menantang," kata pria berusia 26 tahun itu.


Dia pertama kali bertemu pacarnya Tan Ci Hui, 24, di Nanyang Technological University dan keduanya telah berpacaran selama lima tahun.

Ia dan kelompoknya pun melakukan persiapan yang panjang sebelum akhirnya menjalankan niatnya itu. Ia setiap hari berlatih berjalan di area yang menanjak dengan alat bantu. Untuk mengurangi rasa sakitnya selama pendakian, kelompok mendakinya pun menyewa porter tambahan untuk membantu membawa ransel Eugene.




"Dia bisa saja menyerah meski kami dan pemandu membantunya selama pendakian, tapi karena kekuatan cinta dan tujuan untuk melamar pacarnya di sana, dia tidak mau menyerah," ujar salah seorang temannya.

Setelah menahan rasa sakit pada kaki selama proses pendakian, akhirnya 1 Desember lalu Eugene melamar pacarnya di puncak Gunung Rinjani. Dan untungnya sang pacar menerimanya.


Wah, selamat dan semoga bahagia selalu, Eugene dan kekasih!
sumber: Brilio.net

Rabu, 21 Desember 2016

7 Ilustrasi Ini Tunjukkan Masa Kecil Bahagiamu Pengaruhi Kepribadianmu


Membayangkan dan Mengenang masa kecil merupakan hal yang menarik dan menyenangkan. Jika membayangkan serasa ingin kemabli ke masa-masa anak kecil. Masa itu belum tahu tentang gadget dan internet hanya acara TV pun masih dipenuhi tayangan yang ramah anak.

Banyak momen indah dari masa kecil yang membuat kita ingin lagi mencicipi hari-hari tanpa beban itu. Momen-momen tersebut adalah hal yang bisa membentuk diri kita saat ini.

Wah bagaimana bisa? Nah seperti yang dikutip dari Brilio,net , Rabu, (21/12), kali ini ada 7 ilustrasi yang menggambarkan bagaimana masa kecil kita dulu bisa membentuk atau mempengaruhi cara pandang kita terhadap dunia dan bagaimana kepribadian kita. Seperti apa? Yuk simak ulasan berikut di bawah ini.

1. Kebahagiaan kita di masa kecil bisa mempengaruhi memandang dunia.


2.Ketika kita berinteraksi dengan orang lain.


3. Pola pikir dan perilaku sehari-hari juga bisa dipengaruhi oleh masa kecilnya.


4. Apabila di tempat kerja.


5. Ketika ada waktu luang, mereka cenderung memiliki cara yang berbeda.


6. Ketika menjalin sebuah hubungan.


7. Dan misi hidupnya pun berbeda.


sumber: Brilio.net